Sektor industri pengolahan di Bangka Belitung menunjukkan pemulihan signifikan dengan tumbuh 10,6% pada pertengahan 2025.
Sektor ini menjadi motor utama ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 21,29% terhadap PDRB, terutama didorong oleh hilirisasi timah dan kelapa sawit (CPO).
Berdasarkan data terkini tahun 2025, berikut adalah rincian kontribusi komoditas utama dan gambaran investasinya:
1. Kontribusi Komoditas Utama (Hilirisasi)
Sektor industri pengolahan menjadi motor utama dengan kontribusi 21,29% terhadap PDRB Babel, yang didominasi oleh dua komoditas strategis:
Timah (Logam Dasar): Hilirisasi timah dari bentuk bijih menjadi balok timah (tin ingot) tetap menjadi penyumbang terbesar. Meskipun volume ekspor fluktuatif, nilai tambah dari peleburan (smelting) domestik memberikan basis pertumbuhan yang kuat pada industri logam dasar.
Kelapa Sawit (CPO & Turunannya): Industri pengolahan makanan (minyak goreng dan CPO) memberikan kontribusi signifikan. Pada pertengahan 2025, sektor ini menyumbang porsi besar dalam ekspor non-timah, dengan pertumbuhan yang didorong oleh peningkatan produktivitas pabrik pengolahan di daratan Bangka maupun Belitung.
Lada Putih (Muntok White Pepper): Meski porsinya lebih kecil dibanding sawit, hilirisasi lada mulai merambah ke produk turunan siap pakai yang meningkatkan nilai ekspor sektor industri makanan.
2. Persentase Investasi Sektor Industri
Hingga Triwulan III 2025, realisasi investasi di Bangka Belitung menunjukkan tren positif meski masih didominasi sektor pertambangan secara keseluruhan. Berikut adalah sebaran investasi di sektor industri pengolahan:
Industri Logam Dasar: Menyerap investasi sekitar Rp1,18 triliun (fokus pada fasilitas pemurnian timah).
Industri Makanan: Menyerap investasi sebesar Rp1,05 triliun (fokus pada pengolahan sawit dan produk turunan pertanian).
Total Realisasi Investasi Daerah: Mencapai Rp9,36 triliun (53,51% dari target tahunan), di mana porsi gabungan industri pengolahan (logam dan makanan) menjadi kontributor terbesar kedua setelah sektor pertambangan dan perkebunan.
Kesimpulan
Pemulihan ekonomi Bangka Belitung pada 2025 membuktikan bahwa ketergantungan pada komoditas mentah mulai berkurang. Sektor industri pengolahan kini menjadi "bantalan ekonomi" yang lebih stabil dibandingkan sektor pertambangan murni.
Pergeseran kontribusi ke angka 21,29% pada sektor industri pengolahan menunjukkan bahwa Bangka Belitung mulai berhasil keluar dari bayang-bayang ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Sangat menarik melihat bagaimana industri logam dasar dan industri makanan kini berjalan beriringan dengan nilai investasi yang hampir setara (Rp1,18 T vs Rp1,05 T). Ini menandakan diversifikasi ekonomi yang lebih sehat.
Stabilitas Ekonomi: Dengan adanya hilirisasi, ekonomi Babel menjadi lebih tahan terhadap fluktuasi harga komoditas global karena produk olahan memiliki nilai tambah dan pasar yang lebih spesifik.
Penyerapan Tenaga Kerja: Investasi di sektor industri biasanya memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang lebih besar bagi masyarakat lokal dibandingkan pertambangan konvensional.
tabel perbandingan pertumbuhan ekonomi dan sektor unggulan di Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Data ini diproyeksikan berdasarkan tren hilirisasi dan realisasi investasi terbaru hingga awal 2026.
Tabel Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi & Sektor Unggulan (Proyeksi 2026)
| Kabupaten / Kota | Laju Pertumbuhan PDRB (Est.) | Sektor Unggulan Dominan | Fokus Hilirisasi / Potensi |
| Bangka Barat | 5,4% - 5,8% | Industri Pengolahan (Logam) | Pusat pengolahan timah (Top-Submerged Lance) dan CPO. |
| Bangka Selatan | 5,2% - 5,6% | Pertanian & Perikanan | Lumbung pangan Babel; hilirisasi padi dan pengolahan udang vaname. |
| Bangka Tengah | 5,0% - 5,4% | Perdagangan & Industri | Lokasi strategis penyangga ibu kota; industri pakan ternak dan pengolahan daging. |
| Bangka | 4,8% - 5,2% | Industri Makanan & Perkebunan | Hilirisasi karet dan sawit; pusat industri pengolahan makanan ringan (Kemplang/Getas). |
| Belitung | 5,1% - 5,5% | Pariwisata & Perhubungan | Hub logistik dan pariwisata berkelanjutan; industri kreatif. |
| Belitung Timur | 4,7% - 5,1% | Pertambangan & Perkebunan | Hilirisasi kaolin dan kelapa sawit. |
| Kota Pangkalpinang | 5,6% - 6,0% | Jasa Keuangan & Perdagangan | Pusat distribusi hasil industri dan pusat layanan jasa keuangan. |
Insight Singkat:
Bangka Barat tetap menjadi "mesin" utama industri berat karena infrastruktur peleburan yang masif.
Bangka Selatan menunjukkan anomali positif; transisi dari tambang ke sektor pertanian modern (agrobisnis) mulai membuahkan hasil signifikan pada PDRB.
Pangkalpinang sebagai ibu kota menikmati trickle-down effect dari aktivitas industri di kabupaten sekitarnya melalui sektor jasa dan logistik.
Sasaran strategis PD( kontribusi sektor industri pada PDRB:
TW1: melaksanakan pengawasan dan pengendalian perizinan berusaha sektor perindustrian pada perusahaan industri agar bisa berdaya saing industri, melakukan fasilitasi pendampingan proses pengajuan izin usaha industri dan melaksanakan verifikasi teknis industri.
TW2: melaksanakan pengawasan dan pengendalian perizinan berusaha sektor perindustrian pada perusahaan industri agar bisa berdaya saing industri, melakukan fasilitasi pendampingan proses pengajuan izin usaha industri dan melaksanakan verifikasi teknis industri.
TW3: melaksanakan pengawasan dan pengendalian perizinan berusaha sektor perindustrian pada perusahaan industri agar bisa berdaya saing industri, melakukan fasilitasi pendampingan proses pengajuan izin usaha industri dan melaksanakan verifikasi teknis industri.
Tersedianya informasi industry yg akurat, lengkap:
TW1: melakukan pengawasan perizinan berusaha sektor industri pada perusahaan industri.
TW2: melakukan pengawasan perizinan berusaha sektor industri pada perusahaan industri dan melaksanakan diseminasi ttg SIINas.
TW3: melakukan pengawasan perizinan berusaha sektor industri pada perusahaan industri dan pendampingan dengan pelaku industri dalam pelaporan SIINas.
Persentase izin usaha industri yg diterbitkan:
TW1: melakukan fasilitasi pada perusahaan industri dalam pengajuan iui dan melaksanakan verifikasi teknis iui.
TW2: melakukan fasilitasi pada perusahaan industri dalam pengajuan iui dan melaksanakan verifikasi teknis iui.
TW3: melakukan fasilitasi pada perusahaan industri dalam pengajuan iui dan melaksanakan verifikasi teknis iui.












