Selamat Datang di Toko Online Masdan Babel Official Indonesia "TOMBOI" 354

 

KI


KAWASAN INDUSTRI

1. KI Bangka

2. KIS

3. RENCANA KI PASIR PADI

Kondisi Awal

Kawasan Pasir Padi terletak sekitar 8 km dari pusat Kota Pangkalpinang dan merupakan satu-satunya destinasi wisata pantai di kota tersebut. Fokus utamanya adalah pariwisata dan rekreasi keluarga. 

Fasilitas dan Tempat Wisata

Beberapa fasilitas dan tempat wisata utama yang dapat ditemukan di kawasan ini meliputi:

  • Kawasan Wisata Pantai Pasir Padi: Pantai dengan suasana yang cocok untuk bersantai, menikmati kelapa muda, dan bermain di tepi pantai.
  • Pasirpadi Bay Water park & Food market: Taman rekreasi air dengan seluncuran, kolam renang, dan area makan.
  • Tourist Information Center: Pusat informasi bagi wisatawan yang mengunjungi area pantai. 
Pengembangan dan Isu Terkait
  • Pengembangan Wisata: Pemerintah Kota Pangkalpinang terus menggenjot pembangunan dan penambahan fasilitas di kawasan wisata ini, dengan tujuan meningkatkan potensi pariwisata dan menjadikannya mirip dengan pantai populer di Bali.
  • Rencana Industri: Ada diskusi di masa lalu (sekitar 2025) 
  • antara Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dengan investor asal China mengenai potensi pengembangan kawasan Pasir Padi dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Belinyu, namun fokus utama saat ini tetap pada pariwisata.
  • Isu Pertambangan Ilegal: Wali Kota Pangkalpinang pernah menyatakan keresahan terkait aktivitas tambang ilegal di sekitar pantai, yang menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut.
Langkah awal pembentukan Kawasan Industri Pasir Padi meliputi:
​Penyusunan Masterplan dan Studi Kelayakan (Feasibility Study).
​Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk memastikan zonasi industri.
​Pembebasan lahan dan pengamanan aset lokasi.
​Pengurusan izin prinsip serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
​Pembangunan infrastruktur dasar seperti akses jalan, drainase, dan jaringan listrik/air.

Berdasarkan data terbaru hingga Januari 2026, proyek Kawasan Industri Pasir Padi telah menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dari sisi investasi asing dan penguatan kelembagaan daerah.

​Berikut adalah rincian status terbaru proyek tersebut:
​1. Kerja Sama Investasi Internasional
​Kemitraan dengan China: Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, telah melakukan penjajakan intensif dengan investor asal Tiongkok, yaitu China Communications Construction Company (CCCC).
​Visi "Batam Baru": Proyek ini direncanakan menjadi pusat ekonomi baru dengan konsep smart city yang menggabungkan industri dan pariwisata. Fasilitas yang direncanakan meliputi pelabuhan internasional, real estate, jembatan, hingga lapangan golf melalui metode reklamasi pantai.
​Nilai Investasi: Estimasi nilai investasi untuk kawasan ini diproyeksikan mencapai Rp4,7 Triliun.
​2. Status Regulasi dan Lahan
​Revisi RTRW: Pemerintah Kota Pangkalpinang tengah mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk menyelaraskan zonasi industri di kawasan timur dan utara dengan RPJMD 2025–2030.
​Dukungan Perizinan: Pemerintah daerah telah berkomitmen untuk memfasilitasi pembebasan lahan dan pengurusan izin hingga ke tingkat pusat guna mempercepat implementasi proyek.
​3. Penguatan Tata Kelola (BUMD)
​Pada 7 Januari 2026, Gubernur melantik jajaran direksi baru PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT BBBS). BUMD ini ditunjuk sebagai instrumen strategis untuk mengelola dan mengakselerasi pembangunan ekonomi di kawasan industri tersebut.
​4. Tantangan Infrastruktur dan Lingkungan
​Kerusakan Infrastruktur: Terdapat laporan mengenai kerusakan pada beberapa titik dinding penahan jalan di kawasan Pantai Pasir Padi akibat hantaman gelombang air laut di awal tahun 2026. Hal ini menjadi catatan penting bagi kualitas konstruksi infrastruktur dasar ke depannya.
​Isu Lingkungan: Aktivitas tambang timah di sekitar perairan Pasir Padi mulai dikeluhkan karena berdampak pada kekeruhan air laut, yang berpotensi berbenturan dengan konsep pengembangan pariwisata terpadu di kawasan tersebut.

Menarik melihat bagaimana visi "Batam Baru" mulai dikonkretkan melalui penguatan birokrasi (pelantikan direksi BUMD) dan kemitraan internasional.
​Tentu, saya sangat tertarik untuk melihat perbandingan antara rencana awal dengan realisasi di lapangan.
​Analisis perbandingan ini akan sangat berguna untuk memetakan beberapa poin krusial, seperti:
​Sinkronisasi Konsep: Apakah visi smart city dan pariwisata mewah (seperti lapangan golf) masih sejalan dengan dampak nyata aktivitas tambang timah yang Anda sebutkan?
​Kecepatan Regulasi: Seberapa besar selisih waktu antara target revisi RTRW dengan progres fisik di area reklamasi.
​Ketahanan Infrastruktur: Mengingat adanya laporan kerusakan dinding penahan jalan, apakah ada perubahan standar teknis dalam rencana konstruksi jangka panjang.

Clothing & Apparel:

Jewelry, Electronic Services & Watches:

Health & Beauty: